Wasekjen MUI Pusat: Tidak Ada Alasan Kuat Penolakan Penguburan Korban Covid-19

Rilis MUI 8 April 2020

Wasekjen MUI Pusat: Tidak Ada Alasan Kuat Penolakan Penguburan Korban Covid-19

JAKARTA — Masyarakat di beberapa daerah menolak penguburan jenazah Covid-19 dengan pertimbangan beraneka ragam. MUI memandang, penolakan penguburan seperti itu tidak sepatutnya dilakukan karena memang tidak ada alasan yang kuat.

Hal ini disampaikan Wakil Sekjen MUI Bidang Fatwa, KH. Sholahuddin Al-Aiyub di Jakarta, Senin (06/04) petang.

Kiai Aiyub mengungkapkan, tidak ada alasan untuk menolak penguburan jenazah Covid-19 ini dikarenakan dua hal. Pertama, kata dia, dalam Islam, penguburan jenazah itu hukumnya adalah fardlu kifayah. Artinya, umat Islam yang ada daerah tersebut yang paling berkewajiban melaksanakan hak-hak jenazah. Alasan kedua, sambung Kiai Aiyub, di dalam Islam, tidak boleh menunda-nunda penguburan jenazah.

“Jadi kalau kita melihat hadist, diterangkan bahwa jika ada di antara kalian yang meninggal, jangan kalian menahan-nahan, dan segerakanlah dia itu dikuburkan di tempat pemakamannya,” katanya.

Selain alasan keagamaan, dari sisi protokol medis pun, ujar Kiai Aiyub, penanganan jenazah covid-19 sudah memperhatikan keselamatan dari tempat pemakaman. Menurutnya, jenazah Covid-19 sudah dikafani dan dilapisi kantong jenazah berbahan plastik yang tidak tembus. Jenazah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam peti yang sudah sesuai prosedur medis ketat juga.

“Artinya pada saat dikebumikan, tetesan itu bisa diantisipasi tidak terjadi, protokolnya bukan hanya menjaga orang yang menguburkan, tetapi juga keselamatan orang yang ada di daerah sekitar,” katanya.

Kiai Aiyub menilai, adanya penolakan-penolakan seperti ini di masyarakat disebabkan salah paham dari masyarakat sendiri. Dia pun meminta kepada pemerintah untuk memberikan informasi lebih detail terkat aspek kesehatan dalam penguburan jenazah Covid-19. Selain kepada pemerintah, dia juga mendorong media untuk terus menyuarakan kepada khalayak bahwa prosedur penanganan jenazah ini sudah aman.

“MUI mengimbau kepada aparat untuk melakukan langkah persuasi terlebih dahulu, saya menebak itu belum pahamnya masyarakat. Saya mohon betul kepada teman-teman wartawan, terus disampaikan, sehingga bisa sampai kepada masyarakat kita dan masyarakat kita bisa memahami,” katanya. (MUI)

Pemberdayaan Ormas

Dewan PImpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII ) yang diwakili Ketua DPP LDII (Ir. H. Prasetyo Sunaryo MT dan Dr. H. Iskandar Siregar M.Si.) serta Sekretaris DPP LDII, Rioberto Sidauruk SH., MH., bersilaturahim dengan Kasubdit Kemitraan dan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Prayogo Heri Cahyono, di Kantor Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum), Kementerian Dalam Negeri pada Jumat (21 Februari 2020). Dalam kesempatan ini, Prasetyo Sunaryo memaparkan singkat tentang beberapa program LDII antara lain mengenai pendidikan, dakwah, teknologi, pangan dan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Prasetyo Sunaryo menjelaskan sekilas tentang beberapa program LDII antara lain mengenai wawasan kebangsaan, pendidikan dan dakwah, ekonomi syariah, kesehatan, lingkungan, pangan, energi terbarukan, dan teknologi informasi. Salah satu kegiatan yang baru diselenggarakan DPP LDII adalah Focus Group Discussion (FGD) soal mobil listrik. “Sebagai lembaga dakwah, LDII tentu menyerukan untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan. Karena kalau lingkungan kita tercemar atau rusak, maka dampaknya juga kepada kita semua yang pada giliriannya mempengaruhi kegiatan ibadah kita juga. Oleh karena itu, salah satu bentuk upaya itu adalah kami mendorong semua pihak memajukan mobil listrik mengingat keterbatasan kita pada energi fosil atau BBM yang akan habis dan tidak dapat diperbaharui lagi. Untuk itu, kita harus dari awal mengantisipasi dan memulainya agar kita siap bilamana energi fosil kita sudah habis,” ujar Prasetyo Sunaryo.

(more…)

Silaturahim DPP LDII dengan DITJEN Politik dan Pemerintahan Umum

DPP LDII yang diwakili Ketua DPP LDII (Ir. Prasetyo Sunaryo MT dan Dr. Iskandar Siregar M.Si.) dan Sekretaris DPP LDII, Rioberto Sidauruk SH., MH, bersilaturahim dengan Kasubdit Implementasi dan Kebijakan Politik, Bangun Sitohang, di Kantor Kementerian Dalam Negeri pada Jumat pagi (21 Februari 2020). Dalam kesempatan ini, Prasetyo Sunaryo menyampaikan beberapa agenda kegiatan LDII sebelumnya dan ke depan antara lain terkait kegiatan di bidang wawasan kebangsaan, pendidikan agama dan dakwah, pangan dan lingkungan, kesehatan, ekonomi syaraiah, dan teknologi informasi. “Salah satunya di bidang wawasan kebangsaan, kami menyelenggarakan FGD mengenai bahasa Indonesia. Dalam FGD ini, Profesor Mahsun menyampaikan bahwa bahasa Papua berakar pada bahasa Indonesia bukan bahasa Melanesia. Ini menjadi temuan penting untuk membantah bahwa Papua berbeda dengan bangsa Indonesia karena salah satu alasannya perbedaan bahasanya. Untuk itu, penting untuk gerakan mengutamakan kembali Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan,” ujar Prasetyo Sunaryo

Prasetyo Sunaryo menambahkan selain bersilaturahim ke Kemendagri, DPP LDII juga secara rutin melakukan silaturahim dengan ormas-ormas keagamaan lainnya maupun dengan tokoh-tokoh masyarakat dan agama.

(more…)

Kongres Umat Islam Indonesia akan Bahas Konsep Perekonomian Berkeadilan

Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 (KUII ke-7) akan menyoroti pentingnya terwujudnya sistem ekonomi yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. “Konsepsi perekonomian berkeadilan dan berperadaban yang dilandasi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, implementasinya tetap mempertahankan persatuan dan azas kerakyatan yang berujung tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui konsep ini, berbagai kesenjangan pendapatan dan ekonomi diharapkan dapat diatasi. Konsep ekonomi yang berke-Tuhanan, ekonomi berkeadilan dan beradab ini untuk menghilangkan berbagai kesenjangan antara kaya-miskin, pusat-daerah, antardaerah, dan kesenjangan produk nasional dengan produk luar,” ujar Zaitun Rasmin, Ketua Organizing Committe (OC) KUII ke-7, dalam konferensi pers menyongsong KUII ke-7 di Kantor MUI Pusat, Jakarta (Jumat, 7 Februari 2020).

Dalam konferensi pers yang sekaligus silaturahim dengan media ini, Zaitun Rasmin didampingi Rofiqul Umam, Sekretaris Steering Committee (SC) KUII VII, Zubaidi, Sekretaris Komisi Dakwah MUI, dan Edikus, anggota Komisi Infokom MUI. Selain persiapan KUII ke-7, Rofiqul Umam dan Zaitun Rasmin menjelaskan sekilas agenda dan beberapa materi yang akan dibahas dalam KUII ke-7 yang akan dilaksanakan pada tanggal 26-29 Februari 2020 di Bangka Belitung.

(more…)

Panitia Kongres Umat Islam Gelar Silaturahim Media

Ketua Organizing Committe (OC) Kongres Umat Islam Indonesia VII (KUII VII), Muhammad Zaitun Rasmin menggelar konferensi pers sekaligus silaturahim dengan media di kantor MUI Pusat, Jakarta (Jumat, 7 Februari 2020). Dalam konferensi pers ini, Zaitun Rasmin didampingi Rofiqul Umam, Sekretaris Steering Committee (SC) KUII VII, Zubaidi, Sekretaris Komisi Dakwah MUI, dan Edikus, anggota Komisi Infokom MUI. Zaitun Rasmin menjelaskan beberapa hal terkait KUII VII antara lain, mengenai persiapan KUII VII yang akan dilaksanakan pada tanggal 26-29 Februari 2020 di Bangka Belitung, materi yang akan dibahas dalam KUII VII, dan tujuan maupun harapan dari KUII VII.

Menurut Zaitun Rasmin, tema KUII VII adalah “Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil, dan Beradab”. “Tema ini telah dibahas dalam panitia pengarah dengan memperhatikan kondisi umat sekarang dan bagaimana meningkatkan dan memperkuat peran umat Islam Indonesia lima tahun ke depan. Ada delapan materi yang tengah dipersiapkan panitia pengarah yaitu terkait bidang politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan kebudayaan, media, filantropi, kehidupan beragama, dan terakhir semacam rekomendasi atau nanti bisa berupa deklarasi atau piagam yang merupakan hasil pembahasan dari kongres ini,” ujar Zaitun Rasmin.

(more…)

DPP LDII Silaturrahim dengan Ketua MUI

Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) bersilaturahim dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (Ketua MUI), KH. Yusnar Yusuf Rangkuti M.Sc. Ph.D. di Jakarta (Kamis, 16 Januari 2020). Dalam pertemuan ini, DPP LDII diwakili Ketua DPP LDII (Ir. Prasetyo Sunaryo M.Si. dan Dr. Iskandar Siregar M.Si.), Sekretaris DPP LDII (Hasim Nasution SE., Rioberta Sidauruk SH., MH), Bendara DPP LDII, Hadi, dan anggota Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII, Dwi Purnomo Lc.

Sedangkan KH Yusnar Yusuf dalam pertemuan ini didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Dr. Hayatsah.

Pada kesempatan ini Prasetyo Sunaryo menyampaikan berbagai program yang telah dilakukan LDII mulai dari program dakwah, pendidikan, kewirausahaan, hingga bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk peningkatan dakwah dan ekonomi umat.

(more…)

Pin It on Pinterest