Ajak Warga Agungkan Nabi, Veve Zulfikar Hadiri Malam Puncak Santrifest 2019

Pada kegiatan yang dihadiri oleh beberapa ulama terkenal ini (KH Ma’ruf Amin, Ustadz Yusuf Mansur,  Ustadz TGB, dan lain-lain, saya dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Panitia SantriFest 2019. Berikut kutipan berita resminya dari situs nu.or.id


Serang, NU Online

Penyanyi Veryal Eisha Aqila Zulfikar yang lebih dikenal dengan nama Veve Zulfikar akan memeriahkan malam puncak Santrivest 2019. Kegiatan berpusat di Stadion Maulana Yusuf Ciceri Kota Serang, Banten, Sabtu (23/3) malam.

Di hadapan ribuan santri, qoriah kelahiran di Jombang, Jawa Timur 7 Juli 2003 itu akan melantunkan beragam shalawat.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Ketua Panitia Santrivest 2019, Iskandar Siregar. Menurutnya, kehadiran Veve Zulfikar di kegiatan penutup Santrivest sudah dikonfirmasi. “Insyaallah hadir termasuk Rafi Ahmad,” kata Iskandar kepada NU Online, Rabu, (20/3).

Ia mengatakan, kegiatan Santrifest 2019 diharapkan menjadi wadah bagi para santri maupun alumni pondok pesantren untuk menampilkan hasil kreatifitasnya. Hal itu merupakan upaya pengembangan dan pemberdayaan para santri.

“Melalui Santrifest ini dapat menyalurkan dan menampilkan kreatifitas mereka yang mudah-mudahan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi kalangan santri maupun masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran Veve Zulfikar dapat menghibur dan menambah ketemauan masyarakat untuk mengagungkan Nabi Muhammad saw.

Seperti diketahui, Veve Zulfikar merupakan penyanyi religi yang sudah diundang ke berbagai tempat sejak kecil. Gadis usia 15 tahun ini melejit melalui senandung shalawat yang sering diunggah melalui channel Youtube.

Veve Zulfikar adalah anak Ustadz Qori Zulfikar. Ia anakpertama dari pertama dari lima bersaudara. Adik-adiknya adalah Zara Zulfikar, Haidar Zulfikar, Maira Zulfikar, dan Fahd Zulfikar. Ia merupakan santri Pondok Pesantren Sabiilunnajah, Pasuruan, Jawa Timur. (Abdul Rahman Ahdori/Kendi Setiawan)

sumber: NU Online

Dialog Keummatan dan Kebangsaan

Alhamdulillah jadi salah satu nara sumber Dialog Keummatan dan Kebangsaan di Hotel Grand Q di Kota Gorontalo. Nara sumber lainnya dari Polda Gorontalo, Kanwil Kemenag Gorontalo, dan MUI Provinsi Gorontalo. Salah satu tujuan dialog ini adalah merajut ukhuwah keummatan dan kebangsaan di Provinsi Gorontalo.

Society 5.0

picture courtesy of ANZ

Dalam bulan Maret lalu, saya mengikuti diskusi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang membahas Society 5.0. Saya tertarik karena ingin mengetahui : Apa yang dimaksud Society 5.0 ini ? Jepang, dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia 2019 di Davos, Swiss, pada 23 Januari lalu, melalui Perdana Menterinya, Shinzo Abe, menjelaskan visi baru Jepang yaitu “Society 5.0”.

Ini berbeda dengan Proyek Industry 4.0 yang digagas Pemerintah Jerman (tahun 2010), Industrial Internet milik Pemerintah Amerika Serikat (2012), atau Proyek Singapore Smart Nation (tahun 2014).

(more…)

Demokratisasi Sumber Daya Alam

Hadiri undangan Seminar Nasional: Demokratisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan The Habibie Center dan Hanns Seidel Foundation dengan para pemateri antara lain Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif dan Faisal Basri.

Seminar Politik Uang

Hadiri undangan Seminar Politik Uang dalam Pemilu 2019 – diselenggarakan oleh LP3ES bekerja sama dengan INDEF di ITS Tower Office, Jakarta.

Menampilkan pembicara: Prof. Edward Aspinall, Ph.D., (Australia National University) penulis buku “Democracy for Sale: elections, clientelism and state in Indonesia”, Ward Berenschot, Ph.D., (KTILV Belanda)., Daniel Dhakidae, Ph.D., (Pemimpin Redaksi Jurnal Prisma-LP3ES), Wijayanto, Ph.D (Undip).

Prof. Aspinall dan Ward Berenschot menawarkan peta jalan bagi problem politik uang yang menyelimuti bangsa ini. Apa yang ditawarkan ? Ada dalam bukunya Democracy for Sale…

Usai diskusi foto bersama Prof. Aspinall lanjut diskusi ringan bagaimana peran ormas dalam pencegahan politik uang.

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest